#MasaLalu

Masa SMP itu…

Putih biru. Rambut cepak. Celana panjang kependekan. Otak pas-pasan. Jomblo.

Begitulah deskripsi gue dulu waktu di SMP 77 pada tahun 2006. Menggambarkan sesosok siswa dengan masa depan memprihatinkan bukan?

Pergaulan gue pada masa SMP itu sebenernya biasa-biasa aja. Gue nggak pernah macem-macem. Berangkat sekolah-ikut pelajaran-istirahat-pelajaran lagi-pulang. Udah. Monoton gitu-gitu aja perjalanan SMP gue waktu itu.

Masa SMP dulu, gue juga inget bahwasanya itu adalah masa dimana orang-orang baru mencari jati diri. Mencari cinta sejati. Hal salah yang gue liat, kebanyakan temen-temen gue itu mengombinasikan antara pencarian jati diri dengan cinta sejati secara bersamaan. Hasilnya, ya salah besar.

Gini deh contohnya, dulu gue punya temen cowok yang cakep, putih dan pinter (sebut saja Artha). Dilain sisi, ada temen cewek yang cantik, sawo matang, manis, tinggi (Sebut saja Dewi) yang suka sama Artha. Dikondisi yang bersamaan, ada temen cowok lain (Sebut saja Fafa) yang ternyata suka sama Dewi. Jadinya? Dewi nggak mau sama Fafa, dia lebih suka sama Artha. Hal ini membuat Fafa sering mengancam terror ke Artha biar dia ngejauhin Dewi. (more…)

Masa itu…

Hay?

Itu sapaan buat mereka yang nggak pernah disapa sama gebetan.

Oh iya, waktu gue duduk didepan laptop, tiba-tiba otak gue flashback ke masa remaja dulu. Jadi, walaupun gue masih berada ditahap remaja-yang kalau putus sama pacar bisa galau bertahun-tahun-, gue bakal cerita tentang masa remaja gue dulu.

Kok membingungkan ya kalimat diatas?

Ah perasaan kalian aja ah.

Berkelompok. Gank. Tawuran. Pukul-pukulan. Lempar-lempar batu. Ngondek di perempatan jalan.

Kira-kira itulah yang identik dengan masa remaja. Jujur aja, dari awal gue kurang tertarik sama hal-hal begituan.

Gue mulai cerita ini dari masa Sekolah Dasar dulu ya? Nih : (more…)

Timbal Balik

Sebagai awalan, coba deskripsikan bagaimana pendapat kalian mengenai seorang guru?

Selama sekolah dari SD-SMP-SMK, gue selalu punya guru yang baik, nyenengin, lucu, bersahabat, dan… galak.

Gue nggak mungkin menitikberatkan tulisan ini pada sosok guru yang baik, nyenengin dan lucu. Kenapa? Karena untuk semua siswa, kita pasti menginginkan sosok guru idaman yang kayak gitu. Kalau udah dapet, ya udah. Selesai. Intinya, apa yang kita inginkan udah berhasil kita capai.

Disini gue justru lebih tertarik membahas tentang guru yang terkesan galak.

Banyak orang yang bilang kalau guru galak itu karena beliau menginginkan kita menjadi sesosok manusia yang kuat, tahan banting, dan tegas. Gue tau. Dan gue membenarkan itu. (more…)