#Kacamata

Kacamata

“Tap…tap…tap”

Suara langkah derap kaki menggemparkan isi dunia. Gue berlari mengejar waktu. Padahal waktu nggak kemana-mana. Gak tau deh kenapa gue kurang kerjaan gini. Tapi, ini udah jam berapa? Bisa telat terus dihukum berdiri menatap tiang bendera sama guru BP yang killernya udah kayak hitler yang kumisnya nggak sengaja tergores gergaji mesin.

Gue sendiri heran, kenapa sih gue sering banget telat? Padahal kalau diukur, jarak antara rumah dengan sekolah gue itu cuma 1,5 km. Gue berangkat ke sekolah pun juga naik sepeda, bukan ngesot, bukan juga diseret truk tronton. Tapi, ya beginilah kebiasaan anak sekolahan.

Dengan sedikit kerja keras, akhirnya gue sampai juga di depan pintu kelas. Dengan perlahan, gue membuka pintu. Dari dalam, terlihat siluet tajam dari raut wajah guru Bahasa Indonesia, Pak Joko. Beliau menoleh sebentar, kemudian sambil menggelengkan kepala, beliau berkata pelan :

“Hmm langganan”.

Okesip. Gue resmi telat dan resmi berdiri menatap tiang bendera. SENDIRIAN ! KEPANASAN !

Skip !

Nongkrong di kantin sekolah sambil cuci mata adalah salah satu hal wajib buat pelajar kece kayak gue. Walaupun cewek yang dilihat cuma gitu-gitu aja, daripada gak ada? (more…)