angin

angin

ia menjelma angin.

kadang menyajikan dingin. dibalik nafas dan lembutnya tangan, tersiram uraian makna yang sedikit berkesan. ia lukiskan satu-dua warna dengan campuran putih serta hitam. pada telapak ia tiadakan keberadaan. ia hapuskan genggaman. ia potong kedekatan.

kadang ia merajut sejuk. dijahitnya satu persatu rasa yang baginya kesayangan. jarum menusuk kain yang membuatnya lubang, lalu menggantinya dengan benang-benang yang tiada sepadan. dilakukannya begitu secara berulang, hingga warna asli yang seharusnya kini tertambal dengan corak yang tiada beraturan.

(more…)