Aku Bertemu Temanku

5 Februari 2021 kemarin, cuaca agak basah karena rintik hujan barusan menerjang daratan. Sebagian berteduh di pinggir jalan, sebagian menerabasnya dengan jas hujan, sebagiannya terduduk manis di kursi sopir dan penumpang, sisanya hanya menanti di rumah guna menanti keredaan.

Aku datang pertama kali ke rumah seorang teman bernama Dian. Dari luar, aku tidak memanggilnya dengan meneriakkan nama seperti anak-anak kecil ketika hendak mengajaknya bermain. Sekilas ku mendengar ada suara ayat-ayat yang tersurat, lalu ku ambil ponsel digenggam dan menuliskan sebuah pesan.

‘Aku sudah di luar, Bor. Kalau sudah kelar shalat dan ngajinya, keluar yak’

(more…)

Puisi Kehilangan

Pernah merasa sadar dan terpikir tidak, bahwa selama ini kita hidup selalu dihadapkan dengan sebuah kenyataan bahwa pertemuan dan kehilangan itu hadir secara berdampingan, atau justru salip-salipan.

Kenapa bisa demikian ya? Apa Tuhan menciptakan keduanya sebagai pasangan. Jika begitu, kelak ku kan menamai anak laki-lakiku bernama Temu Lawak, lalu kan kuwajibkan dia agar mencari pacar bernama Hilang Ry Clinton. Ketika menikah dan dikaruniai anak, kusuruh mereka menamainya Hidup.

Keren.

(more…)

ehe siapa ehe kenapa ehe ada apa ehe

aduh.

sore tadi aku mendapatkan sebuah komentar yang membuatku penasaran perihal ‘ada apa, deh?’ dan ‘lah, kok baru sekarang berkomentar’, kemudian menertawakannya bersama beberapa teman melalui pesan whatsapp.

komentarnya dari akun anonim, perihal maksudnya apa, aku juga sedang menerka-nerka, karena anonim, jadi ku nggak bisa menanyai apa maksudnya. bingung kan jadinya, ehe. intinya itu komentar berisi lima babak kata, yang tujunya sepertinya penghakiman kalik ya? nggak tau juga euy.

tapi ngapapa.

(more…)

Bazeng

sianjir.

ku melihat tulisan-tulisanku terakhir, norak amat ya taik. apa yang membuatku demikian ya? mungkin pemikiran-pemikiran yang tai kucing atau apapun. wakakaka.

tapi bangke sih, sepertinya belakangan aku jadi sering menggunakan otakku untuk berpikir. perihal pertanyaan-pertanyaan hidup, onani, jasmani, dan rohani. aku ingin bercerita atau sharing ke beberapa orang, tapi sebentar, ku tahan. ini wordpress aksesnya bisa dibatasi gitu nggak sih? nggak ada fitur block atau apa gitu ya?

kesal.

masa iya di private, nanti bermonolog sekali dong? tulisanku hanya tertuang dan untukku sendiri. lalu buat apa beropini auw auw.

semoga besok tulisanku normal lagi, meskipun sebelum-sebelumnya ya tidak. pengen nulis banyak hal, tapi nggak tau nulis apaan, atau lebih tepatnya dimulai darimana gitu ya?

ah itu dipikir besok-besok deh ya.

angin

ia menjelma angin.

kadang menyajikan dingin. dibalik nafas dan lembutnya tangan, tersiram uraian makna yang sedikit berkesan. ia lukiskan satu-dua warna dengan campuran putih serta hitam. pada telapak ia tiadakan keberadaan. ia hapuskan genggaman. ia potong kedekatan.

kadang ia merajut sejuk. dijahitnya satu persatu rasa yang baginya kesayangan. jarum menusuk kain yang membuatnya lubang, lalu menggantinya dengan benang-benang yang tiada sepadan. dilakukannya begitu secara berulang, hingga warna asli yang seharusnya kini tertambal dengan corak yang tiada beraturan.

(more…)