bye 🌻

Halo.

Hehe.

Lama sekali tida menyapa.

Tapi sepertinya, sudah tida ada apapun juga di sini.

Kumuh, lusuh, dan tidak terasuh.

Mungkin 3 kata itu cukup tepat untuk menggambarkan kondisi blog ini. Dan pahitnya, dirikupun sama halnya begitu.

Ngapapa.

Awalnya kuingin tiba-tiba tiada saja dengan meninggalkan postingan sebelum ini sebagai perakhirannya. Tapi, kok agaknya kurang baik juga ya? Mengingat di platform ini, ku sudah merasa terbantu dalam mengeluarkan segala penat, uneg-uneg, pikiran, cerita, dan segala hal yang tida sanggup terucap di dunia nyata.

Pelarian sekali kesannya. Tapi, manusia kadang memang butuh tempat lari dan sembunyi dari kejamnya hari-hari, bukan?

Hehe.

2013, adalah tahun pertama kali ku menulis di sini. Disusul tahun-tahun berikutnya, berisi cerita tentang kehidupan, curahan hati, masa kecil, percintaan, pertemanan, basa-basi, opini pribadi, lagu-lagu kesukaan, pacaran, gebetan, patah hati, jatuh cinta, KKN, dan lain-lain-lain-lainnya.

Ada banyak nama.

Ada banyak umpat.

Ada banyak tempat.

Ada banyak kenang.

Ada banyak kisah.

Ada banyak… ya pokoknya banyak, deh.

Hehe.

Tapi,

Kayaknya semua harus berhenti di 2021.

Ku merasa sudah agak aneh saja menulis di sini. Eh, tidak. Barangkali bukan hanya di sini. Di beberapa platform pun begitu. Seperti ada yang berbeda dari β€˜febri’ yang sekarang, sesaat setelah ku membaca beberapa tulisan-tulisan blog di masa lampau, membaca celotehan sampah di twitter yang telah silam, dan postingan-postingan mengganggu mata di media Instagram.

Berbeda.

Ada sesuatu yang berbeda.

Sampai saat ini, ku masih mencari jawab atas pertanyaan β€˜kenapa?’.

Barangkali nanti terjawab, barangkali tida juga yasudah.

Selepas dari sini, ku masih belum menentukan mau berlayar kemana lagi untuk menuang kata dan pikiran yang kelak pasti membludak. Hingga saatnya tiba, pasti ku kan kembali ada.

Semoga.

Hehe.

Jadi, sebelum menutup semua lembaran yang telah terisi di sini, kuhendak mengakhirinya dengan ucapan terimakasih teramat dalam kepada kalian yang pernah menyempatkan diri untuk mengunjungi blog ini, entah untuk menyimak saja, tertawa-tawa, mendengarkan lagu tiap sabtu, atau alasan apapun itu.

Terimakasih telah meluangkan waktu untuk membaca segala keluhku. Maap kalau ada kata atau umpatan yang terlihat tida baik di matamu.

Segala hal baik semoga senantiasa menyertaimu.

Dengan ini, telah sampailah kita di lembaran akhir dari blog ini, dan secara resmi ku memutuskan untuk berhenti menulis di febridwicahya.com.

bye.

sehat-sehat selalu, kamu.

uhuy 🌻.

salam hangat,

efebeeri

-tamat-

23 comments

  1. Farewell, mas feb! Semoga bisa menemukan kenyamanan mengungkapkan isi hati melalui media lain. Stay safe and sane always 🀟🏼

  2. Yaaah sayang banget. Tapi aku juga ngerti kok, kadang emang ada masanya memang nggak mau menuangkan apa-apa ke siapa-siapa. Semoga nanti bisa kembali lagi. Sehat selalu.

  3. Dari dulu selalu sedih lihat ‘rumah’ temen-temen narablog yang ditinggalkan, entah dengan atau tanpa berpamitan.
    Terima kasih Mas Febri πŸ‘‹

  4. Terima kasih sudah menulis di sini, Mas Feb. Semoga menemukan tempat baru yang nyaman untuk menjadi diri sendiri lagi ya, Mas Feb 😊πŸ’ͺ

  5. Semoga mas febri baik-baik saja dan menemukan apa yang dicari. Sehat-sehat ya. Senang pernah membaca dan berbagi cerita lewat platform ini. 😊

  6. Sedih kok makin banyak yang ninggalin blog (padahal sendirinya juga jarang nulis), semoga baik-baik dan menemukan yang dicari ya Feb. Sampai jumpa di platform-platform lainnya πŸ™‚

  7. senang ketika berkunjung ke blog ini membaca cerita dan meninggalkan jejak di kolom komentar, semoga ada keinginan untuk ‘balik’ walau entah kapan. Sehat sehat terus feb!

  8. We have already warned you.
    But, you seems not to care.
    You think it is a small problem.
    But, truly it is not.

    So, there you have it.
    Another ache that grows some trauma.

    Therefore, stop being clown.
    Be a proper man.
    Remember your fault and do not repeat it.

    Seems that the web already recorded everything that you put in this diary.

    Godspeed.

    1. no. you didn’t warn me, my friend.

      you just comment everyway with anonim, and make me flustered. who you are? do you have a problem with me?

      can we talking something about it? or anything else. just send me message on whatsapp/email, don’t with anonim. i’ll be waiting.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s