Balada Pencarian Proyek

Dalam hidup, kita nggak akan pernah tau apa yang akan terjadi di masa depan. Satu jam yang akan datang. Dua jam yang akan datang. Bahkan sepuluh menit yang akan datang, kita tetap nggak akan tau apa yang akan terjadi nantinya. Semesta seolah telah memiliki detail skenarionya sendiri, seperti apa yang telah terjadi pada gue di hari Rabu kemarin.

Kala itu pukul 17.10 WIB, tepat dimana gue, Dian, Farkhan dan Martin baru selesai menjalani sesi perkuliahan. Sebelumnya, kami berempat udah janjian untuk mencari proyek buat kerja praktek bersama-sama. Maka, tepat pada pukul 17.15 WIB itulah kami berempat pergi mencari proyek dengan menaiki motor sendiri-sendiri.

Tujuan pertama kami jatuh pada sebuah proyek Masjid Besar yang ada di Jalan Gito Gati, Sleman, Yogyakarta. Ketika berhenti di depan proyek tersebut, kami melihat bagaimana struktur masjid yang masih belum selesai ditahap pengecoran serta beberapa scaffolding yang masih terpasang disana. Penasaran, kami berempat pun masuk ke proyek tersebut dan berencana untuk bertanya-tanya kepada pimpinan proyek disana.

Apes, disana kami nggak ketemu sama sang pimpinan proyek karena kebetulan kala itu jam kerja udah selesai. Kami pun diminta untuk kembali esok hari, itupun belum ada kepastian apakah kami bisa praktek kerja disana atau enggak. Alhasil, kami pun pergi dari proyek tersebut dan melanjutkan pencarian selanjutnya.

Tujuan kedua kami pun jatuh pada sebuah proyek wisma yang ada di Jalan Kabupaten, Yogyakarta. Sama seperti proyek Masjid Besar yang tadi kami temui, disana kami pun melihat struktur bangunan yang belum selesai. Tak perlu berlama-lama lagi, akhirnya kami pun memilih untuk masuk ke dalam proyek dan mencoba untuk bertanya-tanya kepada sang pimpinan proyek.

Beruntung, kami bisa menemui pimpinan proyek secara langsung. Disana kami pun masuk ke dalam ruang kerja dan disambut dengan senyum manis sang pimpinan proyek.

‘Maaf pak, maksud saya datang kemari adalah ingin menanyakan mengenai kerja praktek di proyek sini pak, apakah masih kosong?’ Tanya Dian kepada sang pimpinan proyek. Gue, Farkhan dan Martin duduk dengan manis disampingnya.

‘Oh iya. Kalian darimana ya memang?’ Sang Pimpinan Proyek bertanya dengan sangat ramah.

‘Kami dari Sipil UII, Pak’ Jawab Martin dengan senyum lebar, seolah membanggakan nama kampus yang sekarang menjadi tempatnya menimba ilmu.

Sang Pimpinan Proyek menerawang langit-langit sebentar, sebelum akhirnya dengan wajah penuh tanya, beliau berucap.

‘UII itu apa ya?’

ANTI KLIMAKS.

Martin menepok jidat. Gue mengelus dada. Farkhan menarik nafas panjang. Dian geleng-geleng kepala. Kampus kebanggaan kami… kurang begitu terkenal.

Akhirnya obrolan awal kami pun malah membahas mengenai Kampus kami tercinta yang kurang terkenal itu. Martin menjelaskan secara detail dan menggebu-gebu. Sampai akhirnya, sang pimpinan proyek mengangguk paham sembari berucap.

‘Oooooh… Disini udah ada anak Kerja Praktek dari kampus lain mas. Lagipula proyek ini sebentar lagi juga mau finishing kok’

Eng…

Ada hening beberapa lama dan saling pandang antara gue, Farkhan, Dian dan Martin. Gue yakin, ketika saling memandang, kami semua sama-sama menjerit didalam hati :

‘KAMPRET ! KENAPA NGGAK BILANG DARI TADI SIH KALAU UDAH ADA ANAK DARI KAMPUS LAIN YANG PRAKTEK KERJA? BUANG-BUANG WAKTU AJA !

Sebelum akhirnya, kami berempat pun meminta ijin untuk keluar dari ruang kerja dan melanjutkan pencarian proyek.

Tujuan ketiga kami adalah sebuah proyek hotel di daerah Ngabean, Yogyakarta.

Dan… Disinilah petaka buat gue terjadi.

Di sebuah pemberhentian lampu merah yang jaraknya sekitar satu kilometer dari Proyek Ngabean, gue ditinggal sama tiga orang temen gue yang udah lebih dulu melaju di depan. Ketika lampu hijau menyala, gue pun melajukan motor dengan cepat di jalan yang sedikit menanjak guna mengejar tiga orang temen gue tersebut.

Saat jalanan mulai menurun dan gue udah deket sama tiga orang temen gue, entah kenapa, tiba-tiba motor nggak mau jalan dan cuma bunyi : ‘BRRRRRRRRRRRRRRRRMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM’ sewaktu gue mencoba untuk memutar gas.

Panik, gue pun menekan-nekan klakson guna memberi kode kepada tiga orang temen yang udah ada di depan supaya mereka menyadari kalau di belakang gue baru ada masalah.

Namun, seperti sudah ditebak. Gue dicuekin. Mereka nggak denger suara klakson gue dan tetap melaju menjauh dari gue.

FEBRI BIASA DIGINIIN !

Merasa nggak ngerti apa yang terjadi dengan motor mio gue, akhirnya gue dengan sangat sotoy sok-sokan memencet-mencet bagian belakang motor, berharap dengan pencetan-pencetan yang lembut dari gue itu si motor mio tersebut bisa segera waras dan kembali mampu untuk melaju.

Dan seperti sudah bisa ditebak. Itu cuma harapan gue semata. Yang ada, ketika gue sibuk mencetin bagian belakang motor, jari gue malah nyentuh knalpot yang kala itu lagi panas-panasnya.

Jackpot abis.

Jackpot ndasmu.

Merasa udah pasrah dengan apa yang terjadi, gue pun memilih untuk mendorong motor itu sendirian sembari berharap ada bengkel yang masih buka di sepanjang jalan yang akan gue lalui.

Saat beberapa meter mendorong, harapan itu seolah terbuka ketika gue melihat ada bengkel kecil yang masih buka. Tanpa berlama-lama, gue pun langsung memarkirkan motor di depan bengkel tersebut sembari bilang ke bapak bengkel.

‘Pak, motor saya bisa dibenerin nggak?’

Bapak Bengkel melihat motor gue sebentar, kemudian beliau bertanya.

‘Emang kenapa motornya, Mas?’

Karena nggak tau kenapa, gue pun menyalakan motor dan memutar gas perlahan.

‘Ini Pak. Motornya nggak mau jalan, padahal udah di gas loh’

‘Ooooooooooh’ Bapak Bengkelnya mengangguk paham ‘Itu V-Belt-Nya putus mas’ Sambungnya.

‘Ooooooooh’ Gue sok-sokan paham ‘ Bisa ngebenerin nggak Pak?’

‘Ooooooooh’ Bapak Bengkelnya geleng-geleng kepala ‘Nggak bisa mas. Ini harus ke Bengkel gede’

Disaat seperti itu, gue pengen bilang ke bapak bengkelnya :

‘Oooooooooh. Kimochi-Kimochi-Kampret ya kamu pak, Ah Oh Ah Oh doang, ternyata nggak bisa ngebenerin’

Niat itu pun gue urungkan, dan gue lebih memilih untuk lanjut mendorong motor sendirian sembari menghubungi tiga orang temen gue supaya bisa ngebantuin dorong motor dan nyariin bengkel.

Beruntungnya, waktu itu gue pergi sama tiga orang temen yang luar biasa baik. Setelah beberapa kali ngechat buat minta dijemput, akhirnya tiga orang temen gue yang udah terlebih dahulu nyamperin Proyek Ngabean itu pun beneran nyamperin gue dan ngebantu gue buat ndorong motor dan nyariin bengkel.

Sekitar satu kilometer mendorong, akhirnya gue dan tiga orang temen gue pun berhasil nemuin sebuah bengkel di Jalan Wates. Tanpa berpikir panjang, gue pun langsung minta kepada mas-mas bengkel buat ganti V-Belt. Mas-Mas bengkel melihat jam dinding, kala itu waktu sudah menunjukkan pukul 08.15 WIB. Mas-Masnya hendak menggelengkan kepala, namun langsung menyanggupi untuk mengganti V-Belt ketika gue memasang muka memelas yang terkesan lebih mirip kayak gembel kurang belaian. Antara iba, kasihan, miris dan jijik.

Di depan Bengkel, tiga orang temen gue cerita kalau tadi mereka ke Proyek Ngabean dan nanya-nanya sama pimpinan proyek sana, ternyata mereka nggak menerima anak kerja praktek karena pihak proyek nggak ada orang yang bisa membimbing anak kerja praktek.

Gue menghela nafas panjang mendengar kabar tersebut.

Dari tiga proyek yang kami datangi, dua proyek sudah jelas-jelas tidak menerima kami. Satu proyek masih belum jelas. Akhirnya, di depan bengkel itu pun kami semua kebingungan, mau nyari kemana lagi nih proyeknya?

Kebingungan itu pun seketika terpecah saat Mas-Mas Bengkel mencolek bahu gue dan memberi tau kalau motor gue selesai diservice. Tanpa berlama-lama, gue langsung nyamperin ke kasir guna membayar biaya service motor.

Dan… gue langsung syok waktu liat nota pembayaran bertuliskan :


Ganti V-Belt = 72.000

Roller = 43.000

Jasa Montir = 30.000

Total = 145.000


Gue liat dompet, isinya nggak ada setengahnya dari biaya service motor gue. Gue liat motor, dijagain sama Mas-Mas bengkel, nggak bisa kabur. Gue ngaca, muka gue nggak cukup tampan buat dapet diskonan. Akhirnya gue berbalik sebentar dan berjalan ke arah tiga temen gue tersebut guna minta pinjeman duit. Beruntung, Martin pas bawa duit lebih. Gue pun minjem duit Martin buat bayar itu service motor.

Masalah pun, selesai.

Ketika gue dan ketiga temen gue berpisah untuk balik ke rumah masing-masing, di perjalanan pulang gue pun mikir :

Ini kayak keberuntungan di dalam sebuah keapesan. Apesnya, gue belum dapet proyek, V-Belt motor gue putus, dan duit berkurang. Beruntungnya, ketika mengalami hal buruk itu, gue ada temen yang senantiasa mau sama-sama nyari proyek, mau bantu ndorong motor dan mau minjemin duit. Seandainya gue mengalami semua itu sendirian, gue nggak tau bakal kayak gimana gue malam itu…

Pada dasarnya, kita memang nggak tau apa yang akan terjadi di masa depan. Kita nggak bisa menerka-nerka apa yang akan terjadi nantinya, karena memang semesta udah punya skenario tersendiri buat kita. Namun yang harus kita percayai, semesta pasti telah menyiapkan skenario yang pasti akan bisa kita jalani dan hadapi. Seperti yang kita ketahui bersama :

‘Allah tidak akan memberikan suatu cobaan diluar batas kemampuan manusia, kan?’

118 comments

  1. Sesungguhnya setelah satu kesulitan akan datang dua kemudahan #tsahh! 😅
    Feb, akupun pernah mengalami awkward moment pas waktu wawancara dibeberapa perusahaan di Jakarta, bagian HRD nya ga tau ITS itu apa. “Oh ada ya Institut teknik di Surabaya?” duh! Pasti dia ga pernah ikutan UMPTN (((UMPTN))) *ketahuan angkatanku haha. Sampai aku akhirnya bertanya ke diri sendiri, sakjane ITS iki terkenal opo ga seh :)))

    1. Waaaaks, beneeer mbak :)) makasiiih banyaak mbak petuahnya uwuwuwu 😀

      Eng… seriusan itu pas wawancara, HRD nggak ngerti ITS? beliau kurang gaul tampaknya wkwkwk

      Harusnya terkenal mbak -_-

      1. saya juga punya pengalaman menarik tentang ITS pas ngelamar2 kerja dulu di jakarta… dibandingin sama ITB pasti kalah kata mbak yang wawancarain, dia bilang ITB kan gajahnya bawa pedang banyak, ITS cuman satu wkwkwk… *glodak

    1. Alhamdulillah banget, Mas :)) hhihihih

      Waaaaaks, anaak STAN ya dulu 😀 Kakakku dulu juga STAN mas, wkwkw aku ngiranya STAN juga stand pameran gitu -_- tapi ternyata itu tempat kuliah paling kereeen 😀

  2. Ah, so this is Life! Sabar ya Febri..*pukpuk Febri* tiap orang pasti dapet jatah nih yg begini2, tinggal nunggu aja 🙂

  3. Asek
    Hahah Mase anak UII tho, koncoku akeh ndek kono lhoo.

    Sebuah hikmah yang di dapat dari segala takdir yang kurang baik. sejatinya hidup ini perihal bersyukur. halah-halah.

    Ternyata Praktek kerja nak sipil nyari-nyari proyek gitu yaa.. kalo di Pekalongan bisa dapet banyak tempat itu, maklum pekalongan lagi gencar-gencarnya bikin Hotel.
    Sukses cari proyeknya mas Feb.. Salam buat temen-temennya yang baik. 🙂

    1. Iyooooi Dibaaah 😀 Anak UII aku 😀 wuwhuuuuuy koncomu akeh yang disini juga 😀 jurusan apanih kebanyakaaan?

      WKwkwk Iyaa Dibah -_- wkwk intinya tetep bersyukur aja deh 😀

      Iyaaa -_- seddih kan disuruh nyari sendiri, kalau dapet, belum tentu di Acc dosen juga -_- kan reseeeek 😀

      Yakaliiik kalau ke Pekalongan, kuliahku gimanaaa -_- wkwkwk

      Siaaap Dibah :)) Makasiih ya 🙂

  4. Febriiiiii…..aku pernah nyari proyek juga dulu, ditolak tolak juga. Bhahaha….akhirnya dapet proyek jembatan gurem :p *mesakke yo aku*
    Pas akhir masa praktek, aku sama temen2 udah ngayal2 dapet ceperan, eh cuma ucapan : semoga sukses ya :)))

    1. Waaaaaak Kakanda Seniooor 😀 kwkwk Sedih ya nyari proyek malah ditolak -_- wkwkwk Jembatan gurem itu jembatan apa mbak? wkwkw tempatku syarat proyek harus gedung 4 lantai, jembatan bentang 50 M, Biaya 5 Milyar -_- ribet nggak tuh wkwkwk

      Wahahah bener, kayaknya kalau habis praktek gitu harapan kita dapet pesangon ya :p wkwkw

    1. Iya Mbak. Bener 😀 selalu ambil positifnya aja deh kalau ngalamin sesuatu 😀

      Eng… karena pengucapan I Love You itu ai lof yu, bukan i love you wkwkw :p wkwkwk

  5. Semangat ya Feb, kalo cari terus nanti pasti ada yang nyangkut deh.
    Emang kalo udah bertubi2 masalah mending kita pake cara yang Indonesia banget, liat untungnya aja. Bersyukur dengan apa yang ada 🙂

    1. Heheh iya Mbak 😀 ini masih semangat muterin Jogja juga nih buat nyariin proyek wkwkwk

      Ahaaa bener. Kalau udah begini mah liat positifnya aja, kemudian bersyukur :’)

  6. Alhamdulillah temen2nya peduli sama kamu. Cuma dipeduliin sama temen Feb? Sama si dia engga? *puk puk*

    Moga segera dapet proyek ya Feb! Langcaaarss~

    1. Alhamdulillah banget Mbak. Alhamdulillah :’)

      Iyaaa :’ temen doang kok. Temen. Dianya nggak ada. Kamu peduli nggaaak sama akoooh *lah wkwkw

      Aamiin :)) terimakasiiih banyaak, Mbak 😀

  7. tumben akhirnya bukan curhatan jomblo hihihi
    tapi lagian ngapain sih kamu megang knalpot?? heraaan!!
    di jakarta coba, banyak jalanan yang lagi dibangun nih

    1. Wkwkwkw nggak curhat aja semua udah ada tau mbak kalau aku jomblo, Mbak :’ wkwkwk

      Iyaa kan coba ngecek-ngecek gitu :p wkwkwk eh, nggak sengaja megang knalpot -_-

      Jakaaartaaa kan jauuuuh mbak ._. kuliahku gimana nanti ._.

  8. nasibmu feb..feebb…
    kasian biasa diginiin ya feb..
    untungnya pas keabisan duit ada yg mbayaarin 🙂

    semoga dapet proyek feb, coba gitu loh km deketin anak2 yg bapaknya arsitek atau sipil feb..kali dapet koneksi 😀

    1. Yaaah, beginilah Mbak wkwkwk 😀

      Tapi masih ada untungnya juga kan Mbak 😀 hihihih

      Aamiin, Mbak :)) Iya nih, baru nyari-nyari juga ini 😀 ada temen yang punya kenalan kontraktor 😀 baru dilobby-lobby nih 😀

      1. Semangaaat dek febriii…
        Cayooo

        Kuliah jgn byk nyontek ya.
        Tktnya klo kebanyakan nyontek pas kerja ga bs praktek trs bkin jembatan malah ambruk 😛😛

      2. Semangaaaaat juga buat kamu ya Mbak 😀

        hihihi aku jarang nyontek mbak, seriusan 😀 seringnya cuma ngasal kalau pas bener-bener nggak bisa ._.

        Ini bisa bikin jembatan ambruk juga nggak ya kalau ngasal :’

  9. Positifnya dirimu Feb, bisa melihat ada kemudahan di balik kesulitan beruntun. Mudah-mudahan praktik lapangannya bisa dilakukan di proyek yang terbaik dan praktik di sana betulan akan memperkaya ilmumu di kehidupan nyata ya :)). Dirimu kocak banget, knalpot panas pun dipegangnya :haha. Dan saya baru tahu kalau mahasiswa teknik akan praktiknya seperti ini; mencari proyek-proyek yang sedang berlangsung supaya bisa magang. Magangnya nanti biasanya ngapain aja Feb?

    1. Hehehe iyaaa Mas. Kalau udah begini, cuma hal positif yang harus diliat ya mas 😀

      Aamiin 😀 makasiiih banyaak Mas :))

      Iya habis kan aku nggak ngerti motor mas, jadi asal pegang aja wkwkwk :p wkwkw

      Iyaaa mas, anak teknik gitu. Jadi nanti tugasnya ya liat proses pembangunan. Baik pengecoran, pembuatan pondasi, balok, kolom. Begitu-begitulah mas wkwkw 😀

  10. Yawloh bang, semalang-malangnya kamu karena si motor, kamu beruntung banget ada temen yang masih bantuin, nungguin dan minjemin.

    Setelah kamu dan dia yang putus, tali v-belt ternyata bisa ikutan putus juga. Hmmmm

    Semangkaaa nyari proyeknya baaaanngg. 😀

    1. Nah iya Lan. Dibalik keapesan, seenggaknya masih ada keberuntungan ya :))

      -_________- WOOOOOY KENAPAA DIHUBUNGIN KE HUBUNGAN YANG UDAH PUTUUUUS -_- wkwkwk

      Yoiiiiik semangkaa nih nyarinya 😀

  11. Syukur ada temennya ya mas.. Tapi kalau sendiri pun, ya nggak perlu khawatir. Jangan sepelekan the power of kepepet, Mas. Allah pasti ngasih jalan yang dapat diduga dan nggak dapat diduga meski waktu itu lagi sendirian menghadapi segala kemalangan itu. Jadi, proyeknya gimana, Mas? Udah dapat?

    1. Hehehe iya Mas. Alhamdulillah banget 😀 aku kalau kemarin sendiri, paling nuntun motor aja kalau nggak nelpon orang rumah :))

      Alhamdulillah, Allah selalu ada dimanapun kita berada kan :))

      Proyeknya masih terus nyari mas. Di Jogja proyeknya cuma ada tiga : kalau nggak udah mau kelar, udah ditempati, ya baru pembersihan :))

  12. Jogja sing akeh proyeke daerah utara dan barat, soale pengembangan kotane kearah sana… coba golek ning daerah kono.

    Trus, bukane saiki jogja lagi akeh proyek mall-mallan ya mas feb?

    1. Nah, utara sama barat. Bener mas. kebanyakan proyek di Jogja itu cuma ada 3 kemungkinan mas : Udah mau kelar, waiting list mahasiswa Praktek Kerja, Baru pembersihan wkwkwk

      Mall-Mall Jogja udah kelar semua mas 😀 tinggal hotel sama apartemen 😀

  13. uwuwuwu aku terharu. febri emang biasa digituin ya? tapi ujung ujung nya tetep di temenin kan sama temen temennya.
    weh 145 rb buat anak kuliahan pasti bikin cetek ya tuh, hmm anggap aja sesajen biar cepet dapet proyek feb.
    eh salam dong buat martin. itu si bapak nya gempita itu kan?
    uwuwuw.
    *ora nyambung

    1. Biasa banget, lel :’ aku mah apaan wkwkwk

      Iyaa dong, Alhamdulillah masih ada temen yang peduli wkwkw 😀

      Bangeeet -_- mana bawa aku duit segitu wkwkw

      Aamiin 😀 heheh

      Eng… salam buat aku nggak ada lel? Ini kenapaaaa ada gempita segalaaa wkwkw

  14. Semangat qaqa! Sekaliber UI aja nggak kenal apalagi kampus ayas, merasa cuma butiran jasjus 😦

    lebih seneng ikut dosen sih kalo soal proyek, 😀

  15. waah parah tuh kepala proyeknya masa gak tau UII. ooh kau anak UII toh.
    duuh feb mengharukan bener kisahmu. beruntung banget dengan temen yang baik kek gitu. kalo senirian mungkin kau nginep dibengkel feb.

    hemm moga cepet dapat temapt praktek feb.
    iya, Allah tidak akan memberikan suatu cobaan diluar batas kemampuan hambanya.

    1. WKwkwk iyaa -_- parah abis -_- wkwkwk Iyaaap, anak UII aku 😀
      Wahahah mengharukan :’ iyaa, Alhamdulillah waktu itu sama temen-temen baik 😀 kalau sendirian aku nuntun kalau nggak ya nelpon orang rumah ._. wkwkwk

      Aamiin 😀 Terimakasiiih Di 😀

  16. Teumben bener lo bijak gini, Feb? Barusan makan Sapi berapa ekor?? XD

    Gue ngebaca ini, teringiang ketika gue akan Praktek Kerja Lapang (PKL) atau sering disebut Magang ini. Waktu itu gue bakalan Magang di Terengganu, Malaysia. Pihak kampus tidak satupun yang setuju, sampai pada akhirnya usaha gue ke sana-kemari dan meminta bantuan beberapa orang penting di sana, akhirnya gue bisa dapet izin. Ya, padahal semuanya uang gue sendiri. Tapi, begitulah Birokrasi.

    Akan ada masa di mana semua ini benar2 tidak pernah manusia pikirkan. Sama seperti cerita lo ini, feb.

    1. Wahahahaaaseeem 😀 sekali-kali bijak deh :p wkwkwk

      Waaaaw? PKL di Malaysia ._. jauuuh amat 😀 yaaap, usaha mengantarkan kita pada keberhasilan 😀 akhirnya diizinkan juga ya 😀 hebat ya pake duit sendiri kamunya 😀

      Nah bener :)) banyak hal-hal nggak terduga 😀

  17. Dibalik kesulitan pasti ada kemudahan hhehe
    Alhamdulilah masih dikelilingi temen-temen yang pada baik hatinya (≧▽≦)
    Coba kalo mereka jahat, baaaah bisa-bisa tuh motor nginep plus dikelonin sama kang sevice, hiiyh jangan salahin pas lu tebus motornya udah berbadan dua

    1. Hehehe iyaa Pir 😀 dibalik kesulitan pasti ada kemudahan :)) Alhamdulillah banget 😀

      WKwkwkw Iniiii kenapaa horor banget ya dihamili sama kang motor :’ :’

  18. Weh padahal dah bangga sekali ya nyebut nama UII :’D

    Untung temen-temennya pada setia deh, pake kasih pinjem duit juga.Kalo gak, bisa gak balik semaleman tuh motor :3

    Semoga perjuangannya gak sia-sia buat nyari tempat praktek ^^

    1. Iya loh -_-udah membanggakan nama UII banget wkwkkw

      Alhamdulillah banget :’ kalau enggak, mungkin aku nuntun motor sendiri -_- wkwkwk

      Aamiin 🙂 terimakasiiih ya 😀

  19. Iyaaa bang, Allah gak akan sejahat itu kok sama kamu 🙂

    Apa-apaan itu bapak pimpinan proyek gak tau UII. Lah aku yang di Kalimantan ini aja tau UII itu apa :’)

    Alhamdulillah yak bang, punya temen-temen yang baik.
    Semoga dapet ya proyeknya buat kalian berempat. Semangat!

    1. Alhamdulillah ya :’) Allah selalu baik :))

      Wkwkwk bapaknya kurang gaul kalik itu -_-

      Alhamdulillah banget, Dar :)) bersyukur deh pokoknya 😀

      Aamiin 🙂 terimakasiiih banyaaak Dara 😀

  20. AHAHAHAHAH maapkan aku tertawa di atas penderitaanmu. Ngakak abis di bagian UII itu apa yak? hahahaha emang UII apaan sih? hahaahahah
    Awalnya aku pikir kamu mau di tilang lho pas di bagian sampi di lampu merah, eeeh ternyata motornya mogok hahahaha btw kok tempat pkl nya ngga dicariin sih? malah nyari sendiri

    1. Nggapapaaa Mbak 😀 hehehe santaaai mah 😀

      Eng… kamu nggak tau UII juga mbak -_- wkwkwk

      Wahahah engga kok mbak, cuma mogok aja :’ wkkwk

      Iyaa disuruh nyari sendiri :’ sedih nggak tuh -_-

  21. Supeeerr sekaliihh! Gatau kenapa kalo baca postingan yg bijak gue otomatis lgsg bilang “super sekali”.

    Dri pngalaman lu ini gue jd bljr, bljr untuk brsyukur ketika sedang kesusahan 🙂 Karna Allah slalu memberikan kemudahan untuk kita 🙂

    Tp akhirnya gmn tuh? Udh dpt proyeknya blm?

    1. SUPIIIIR SEKALIII YA 😀 wkwkwk

      Wahahaha kamu kayaknya didikannya mario teguh deh, Lu :p wkwkwk

      Iyaaap :’) selalu ada tempat untuk bersyukur kok dibalik rasa susah yang mendera :))

      Proyeknya? hampir udah, cuma tinggal masalah dosen aja :’

  22. Itulah gunanya teman, bisa dipinjem duitnya kalo lagi butuh. Eh, bukan maksudnya bisa tolong menolong saat kesusahan.

    Dibalik adanya kesusahan pasti ada kemudahan.

    Sekarang udah dapet proyeknya belum? Semoga dapet deh proyeknya..

    1. Wahahaha 😀 wkwk ya nggak cuma minjem duit doang sih mas 😀 wkwkwk

      Iya, Alhamdulillah ya punya banyak teman baik :))

      Belum dapet. Masih dipersulit dosen 🙂 Aamiin. Semoga ya 🙂

  23. senangnya baca tulisan ini karena kalimat terakhirnya itu loh. aku kirain kamu nya bakalan mencak-mencak ehhh taunya malah mengucap syukur. hehehe. percayalah febri, proyek yang terbaik sudah menanti mu tinggal mencari dan mencari terus yach.

  24. Jaman kuliah aku sama temenku kirim proposal kerja prakteknya ke yang kira-kira mau nerima. Ya karena ditolak itu membuat sedih Feb 😦
    Semoga cepet dapat yo proyekny.

    1. Aaaah, bisa menebak-nebak siapa yang mau nerima ya mbak? sekarang nggak ketebak e mbak :’ nolaknya pada lembut :’ kalau nggak bilang ‘udah ada yang Praktek Kerja disini’ ya ‘udah mau kelar ini proyek’

      sedih banget ya ditolak :’ hati udah sering ditolak, eh, nyari proyek ditolak juga :’

      Aamiin. Makasih, Mbak :))

  25. Untuuuung banget! Rame tapi ya, pengalamannya nggak akan terlupakan wkwk. Kalo udah gitu, kira-kira bakal bikin persiapan nggak kalo misalkan pergi-pergi lagi?
    Btw, semoga cepet dapet proyeknya ya! Kalo di Bdg, proyek proyek gitu pada baru selesai. Semoga disana masih pada banyak proyek on going (?) Aamiin

    1. Iya Mbak. Alhamdulillah banget pokoknya kemarin :’ nggak akan bisa aku lupain kalau masalah miris gitu wkwkwk 😀

      Kayaknya bakal persiapan deh mbak 😀

      Aamiin 🙂 terimakasiiih banyaaak mbak 😀 disiniii proyeknya cuma ada tiga kemungkinan mbak : 1. penuh sama orang praktek kerja 2. udah hampir kelar dan tinggal arsitektural 3. baru pembersihan -_-

  26. Huhuhu padahal udah semangat nyebut uii, eh ternyata gak tau langsung jlebbb gitu ya.
    Kalimat2 terakhirnya aku suka, mencari sisi positif dr kejadian yg kalo diliat sekilas apes bgt hehehehe
    Semangat febriiiiiiiiiiiii

    1. Iya loh mbak -_- padahal udah siap membanggakan nama UII -_- eh, itu orang proyeknya nggak tau -_- kan ngejleb abis 😀

      Hihihih makasiiih banyaaak, Mbak 😀 emang segala sesuatu harus diliat dari segi positifnya ya 🙂

  27. Parah, Feb! UII, kan, salah satu kampus di Jogja (sotoy). Gue orang Jakarta aja tau, kok. Itu orang Jogja-nya malah nggak tau? Hahaha. Parah.

    Ending-nya sedap, ya. Yep, di saat sulit pun pasti Tuhan akan memberikan pertolongannya, lewat temen-temenmu itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s